Selasa, 31 Maret 2015

Cerita Sex Setengah Baya Part II : Kisahku Bersama Si Janda Maut


Si Janda Maut
Kali ini aku akan berbagi cerita seks yang kualami bersama janda beranak satu. aku ini seorang pegawai swasta yang bekerja disalah satu perusahaan asuransi, seperti biasa aku selalu melewati hari dengan yang namanya visit customer setiap harinya bersama dengan temanku. Kebetulan waktu itu aku hanya duduk santai dengan coolnya sedangkan temanku maju untuk presentasi. Selesai dari presentasi itu rupanya antara teman ku itu dengan client yang kami prospek itu ada percakapan yang agak menjurus.
“ndi tu si heny (nama janda yang kami prospek) itu naksir sama lo tu”, kata riko pada ku. “ah yang bener aja lu ko, gue kan udah beristri ko. Lagipula dia pasti juga udah punya suami ko”..”suaminya uda gk ada bro, nomor telpon lo juga udah gue kasih ke dia. Sikat aja bro, biar dia juga closing sama kita” kata riko . wuiihh mendengar hal itu tentu saja aku melihat kesempatan ini. Hihihihi..kapan lagi maen sama janda dan closing sekaligus. Pikirku dalam hati.
Keesokan harinya dia menelponku dan mengajak ketemuan untuk melanjutkan prospek yang masih belum selesai. Dia mengajakku ketemuan disalah satu cafĂ©. “gmn bu??”, tanyaku setelah menutup presentasi yang ku lakukan. “hmmm..  baiklah..tapi jangan panggil ibu begitu donk kelihatan tua kali gue, panggil aja nama gue.. heny.” “Ya bu,.. eehhh hen” sambil tersenyum.  
Heny ini sebenarnya bukanlah tipe yang terlalu aku sukai, umurnya sudah 38 tahun, dan wajahnya agak berjerawat. namun masih seksi dengan pantat dan dada yang masih montok. Kamipun melanjutkan pembicaraan panjang lebar. dia sangat senenng sekali bercerita. Semuanya dia ceritakan. Tak terasa hari ternyata sudah larut malam. Kuperhatikan arah omongannya sudah mulai menjurus kea rah seks.. hmmm.. inilah yang kutunggu-tunggu.. “ndi udah malam ni, lo mau balik ato gmn?, kebetulan gue besok masih ada acara disini jadi rencana gue nginap di hotel didepan itu” tannya kepadaku. “kalau mau ku temani, ayok.. mau twin bed atau single bed ayok ayok aja” kataku padanya sambil memasang muka bernapsu ku. Aku tahu dia sangat ingin sekali melampiaskan napsu seks nya malam ini. Maklum saja dia sudah lama menjanda. 
Kamipun langsung menuju ke hotel. Didalam kamar tanpa panjang lebar dia mulai melepaskan pakaianku satu per satu.. dengan muka yang sange..dia mulai terpukau dengan lekuk tubuhku yang atletis, dan langsung mencumbu ku dengan penuh napsu… akupun tidak mau kalah.. tanganku mulai meraba dan meremas payudaranya yang masih montok itu sementara tangan ku satu lagi meremas-remas pantat bohaynya.. setelah itu pakaiannya pun aku lepaskan satu persatu hingga tak ada satu helai benangpun dibadannya yang masih seksi itu.
Henipun mulai mengarahkan tanganku ke arah memeknya untuk di raba-raba dan dikocok-kocok.. “ummmhh.. hahhhh..” terasa dia sangat menikmatinya.. selesai itu.. tanpa aba-aba dari ku dia langsung mengulum penisku yang sejak tadi telah berdiri dengan tegap.. disikat abis kemaluanku.. hahaha… nikmat sekali rasa sepongannya itu. “ndi ayo kita lanjutkan ke menu utama kita” katanya sambil tersenyum. Akupun merebahkan badannya diatas ranjang. Dengan posisi misionaris mulailah kusodok memeknya itu. Tak kusangka masih sempit cuy.. “ohhh…mmhhh..” desah yang kudengar dari dirinya.. bisa kurasakan sensasi jepitan memeknya yang tembem ini.. sungguh nikmat sekali.. sembari mendengar desahannya itu, kecepatan sodokanku pun mulai kupacu.. “uhhh..ahhh” enak sekali ndi.. “ia hen, punya mu ternyata masih sempit dan enak” kataku sambil merayu nya. Tak lama setelah itu akupun mulai mengganti gaya, kupersilahkan dia untuk mengambil alih. Ternyata memang posisi WOT dinanti-nantinya, sangat pengalaman sekali. Genjotannya itu membuatku merem melek. Tak lama setelah itu kurasakan semakin licin saja memeknya itu. Ternyata dia sudah mencapai “O” nya lebih dulu.. puas sekali dia sepertinya.. melihat itu aku pun memintanya untuk mempercepat goyangannya agar akupun dapat mencapai puncak kenikmatan juga..” ohhh yeeeahh.. hmmmm.. aahhh” ceracauku menikmati nikmatnya permainan heny.. dan akhirnya akupun sampai pada puncak kenikmatan ku.. ku tumpahkan saja spermaku itu ke badannya..”ahhh…” puas sekali kataku.. “ndi hebat sekali permainan mu”.. sembari terkapar ditempat tidur.

0 komentar:

Posting Komentar