Cerita Sex : Tante Lani Wanita Setengah Baya yang Kesepian
Berikut
ini adalah cerita sex setengah baya, perselingkuhan seorang wanita yang
setengah baya dengan seorang pria karena jarang disetubuhi oleh suaminya.
Berikut kisahnya
Seorang
wanita yang keturunan Chinese dan Jawa bernama tante lani. Dari sisi fisiknya
dia mempunyai tinggi 160 cm dan berat badannya kurang lebih 50 kg. tubuhnya
terbilang seksi untuk seorang wanita yang telah berumur 36 tahun dan mempunyai
dua orang anak. Oia.. tidak ketinggalana ukuran payudaranya 36B. dia adalah
seorang pengusaha yang selalu aktif dilapangan, sehingga wajar saja dia menjaga
bentuk tubuhnya agar terlihat seksi dan berisi. :D
Aku
adalah seorang programmer yang dimintanya untuk menyelesaikan program mini
marketnya. Dan letak rumahku memang tidak jauh dari rumah nya. Sehingga aku
sangat mudah untuk bolak balik ke rumahnya untuk meminta data dan juga bermain
dengan anaknya yang bungsu. Biasanya tante yeni selalu balik sore hari,
sehingga dirumah itu hanya ada pembantunya dan juga anaknya yang bungsu yang
baru masuk kelas 2SD bernama reana. Aku sangat menyukai anak kecil, sehingga
sebagian dari hariku juga aku habiskan bermain-main dengan reana.
Beberapa
bulan bekerja untuk tante lani menyiapkan program minimarketnya, aku
mengantarkan program itu kerumahnya. Namun karena sitante belum balik, aku
bermain dengan anak bungsunya yang ditemani oleh pembantunya. aku mulai akrab
dengan pembantu dan anak bungsunya. Nama pembantunya ningsih, bagiku dia anak
yang cerdas, namun karena biaya yang terbatas mengakibatkan dia hanya mampu
menjadi pembantu.
Kurang
lebih satu jam aku disana, dan akhirnya tante lani pulang, agak heran dia lihat
diriku yang mampu dengan dan bermain-main dengan anaknya yang bungsu. Si tante
bertanya padaku, “Bagaimana kamu bisa dekat dengan anakku?”. Wangi tubuhnya
membuat tante lani terlihat lebih cantik. “Mungkin karena reana suka dengan om
hendri yang lucu, bener gk re?” candaku sambil mengelus kepala reana. Anak itu
tersenyum sambil melihatku.
“apa
programnya sudah kamu bawa hen? Ada petunjuk untuk pemakaiannya kan?”
“Ada cie.
Namun sebaiknya biar saya ajarkan langsung cie, biar karyawan cie cie bisa
lebih cepat memahaminya.” Adapun panggilan cie kupakai, karena dia masih
keturunan Chinese dan agar dia merasa muda. Sejak saat itu, aku semakin dekat
dengan keluarga tante lani. Kami sering untuk berSms apalagi kalau ada sms
lucu. Inilah titik dimana semuanya menjadi lebih. Bermula dari SMS mesra yang
salah kirim. Kurang lebih isinya seperti ini “Malam sayang.. lagi buat apa?
Kangen ni. Aku lagi pengen banget bercinta dengan kamu ni”. Sms ini sebenarnya
aku tujukan untuk teman tapi hot ku. Namun karena aku juga lagi sms dengan
tante lani, jadinya terkirim ke tante lani. “mampus dah” kataku. Namun tak
disangka, tante lani membalas smsku “Wohhhh.. sms ke siapa ini, mesra banget?..”
karena aku dengan tante lani sudah akrab, jadi walaupun nakalku ketahuan, tidak
masalah.
“Maaf,
Cie. Bukan maksud untuk mengirim sms ke cie cie. Pas lagi horny nih. :p Maaf ya
Cie..” aku membalas sms tante lani. Aku membalas sms seperti itu karena aku
ingin liat reaksi tante lani dengan horny yang aku alamai.
“Wah.. berani ya kamu sms an seperti itu! itu
buat pacarmu ya?”
“Bukan
Cie. Itu Teman Tapi Hot ku cie.. Hahaha..” balasku
Beberapa
menit setelah itu tante lani langsung menelponku, tanyanya “lagi dimana hen?”
“lagi
dikamar ni cie, maaf ya cie sms tadi salah kirim. Jadi ketahuan deh kalau aku
lagi… “ sedikt terdiam sambil melanjutkan “pengen bercinta”.. mendengar itu
tante lani tertawa dengan lepasnya. Baru kali ini aku melihat tante lani
tertawa selepas itu. “awalnya aku pikir kamu anak alim hen, gak mengerti hal
seperti itu, ternyata penampilan mu menipu. Jadi kaget cie cie” ujarnya sambil
tertawa.
“Hm.. Tapi memang aku alim lho, Cie..” kataku
bercanda.
Aku
lanjut bertanya ke tante “cie cie bagaimana dengan si ko ko? Kapan terakhir
berhubungan sex?” tanyaku melangkah lebih jauh. Kudengar tante lani menarik
nafas panjang, sambil menjawab “Udah kira-kira 2 bulan yang lalu, hen.”
Jawabnya.
Lama
sekali. Pasti ada yang tidak wajar. Aku jadi ingin tahu lebih banyak lagi.
“apa ko
fery impotent ya cie?”
“gak
koq hen” jawabnya
“lho,
cie cie kan boleh memintanya, kan itu nafkah bathin cie?” tanyaku.
“dulu
aku pernah memberi tanda kalau aku lagi pengen, namun si koko nya gak merespon
sepertinya moodnya lagi tidak baik. Jadinya ya aku urungkan niatku itu.”
“Oh.. kalau
aku mah tanpa dipaksapun aku langsung ajak tempur cie..” godaku asal saja. Karena
kami sudah dekat, jadi ya sudah aku ajak sekalian ke arah sana pembicaraannya
“Hen,
kamu itu gagah. Masa sih kamu mau dengan wanita yang sudah berumur seperti ku?
Suamiku saja tidak lagi tertarik denganku..”
“serius
ni cie? Aku tidak menyangka lho Cie Yeni bisa bicara seperti ini. Cie cie itu
masih muda, cantik sexi dan modis, mengapa cie cie sampe rendah diri seperti
itu ya? Tanyaku, Karena aku tak mampu untuk menyembunyikan keterkejutanku. Tak
kusangka gara-gara salah kirim pesan seperti itu, ternyata membawa kami ke
obrolan sex seperti ini.
“Kamu
lagi nganggur kan? Datang ke rumahku sekarang ya? Suamiku tidak ada di rumah
kok. Dia masih di kantor.” Mendengar hal itu darahku berdesir seakan tak
percaya apa memang ini kenyataan atau hanya mimpi. Aku bergegas pergi kerumah
tante lani. Disepanjang jalan aku masih berpikir, tak percaya hal ini terjadi.
Namun ya sudahlah bagiku ini suatu kesempatan yang kutunggu-tunggu.
Ketika
sampai dirumah tante lani, ku lihat rumahnya masih sepi. Reana sepertinya
sedang tidur, dan ningsih sedang bersantai didepan televise.
“Ibu
sudah menunggu diruang computer kak.” Kata ningsih kepadaku. “Oh iya.. makasih
ya ning. Ada masalah sedikit sepertinya dengan program nya.” Alasanku, agar
ningsih tidak bertanya-tanya kenapa aku kerumah tante lani.
Sesampai
aku diruang computer, “Tutup saja pintunya, hen.” Ujar tante lani.
Wohh..
jantungku langsung bedetak kencang, tak tau mesti berkata atau bertindak
seperti apa. Tante lani langsung memelukku erat. Aku memilih untuk tenang dan
mengikuti apa mau tante lani kepadaku.
“lagi
ada masalah ya cie?” bisikku. Aku merasakan tante lani memelukku semakin erat.
Dia tidak menjawab. Aku juga hanya terdiam, bagiku ini adalah pengalaman baru. Namun
penisku sepertinya tidak merespon dengan pelukan tante lani.
“Sudah
lama hal ini tidak pernah dilakukan oleh suami ku hen, aku hanya ingin
memelukmu?” akhirnya Tante Yeni berbicara.
“gak
apa-apa cie, kalaupun cie cie mau yang lebih aku juga tidak keberatan cie.
Apapun yang cie cie mau aku pasti melakukannya” Kurasakan tangannya mencubitku.
“gombal
kamu, Boy. Aku ini bukan gadis remaja lagi yang akan melayang dengan kalimat,
apapun yang kau inginkan dariku.. Aku akan melakukannya.. Hahaha.. Gak usah
seperti itu. Kamu peluk seperti ini aku sudah sangat senang sekali hen.”
Kata-kata tante lani ada benarnya juga, yang aku hadapi ini wanita dewasa,
namun yang namanya wanita pasti akan tetap melayang dengan gombalan. Wanita
mana sih yang gak suka di gombalin.
“aku yang merasa senang cie, gak menyangka
menjadi orang yang beruntung hari ini, hanya gara-gara sms yang salah kirim.”
candaku.
“Yah,kamu
pantas mendapatkannya hen, kamu itu sangat pandai mengambil hatiku” bisik tante
lani lagi. Kali ini wajahnya mendongak menatapku. Kulihat senyum manis
diwajahnya. Langsung saja ku cium bibirnya yang tipis itu.
Satu
sisi aku tau hal ini salah, karena kehidupan tante lani yang harmonis. Namun
sebagai laki-laki normal, aku sangat enjoy dengan pelukan itu. Bahkan aku ingin
lebih dari sekedar pelukan. Ingin rasanya ku lepas semua pakaianya tante lani
dan melihatnya tanpa sehelai benang. Apalagi tante lani sudah dua bulan lebih
tidak mendapatkan nafkah bathin. Pasti dia sangat menginginkannya saat ini.
Secara
perlahan aku sentu wajahnya secara perlahan dengan jari-jariku. Ku tatap dirinya dengan penuh arti. Aku melihat tante
lani gelisah. Tapi ia menikmati sentuhan itu. Kulanjutkan ciuman itu dengan
sangat hangat. Beberapa detik ciuman itu terlepas., tante lani menyandarkan
kepalanya di arah dadaku.
“maaf
hen, tak seharusnya aku menyayangimu seperti ini..” bisiknya nyaris tak
kudengar. Tak ku acuhkan kata-kata itu, karena aku sudah horny ku lanjutkan
dengan mencumbunya dengan penuh hasrat yang membara. Aku tahu dia juga
membutuhkan ini. Kami sama-sama haus akan hal ini. Selanjutnya aku
menggendongnya dan kubantu dia duduk diatas meja. Sekarang aku lebih leluasa
mencumbunya. Bibir dan lidah kami saling melumat, saling memberikan kenikmatan
tiada tara. Tangan ku sekarang bergerak ke payudaranya. Aku beri remasan ringan
dan mempelintir halun putingnya, tante lani menikmatinya. Perlahan aku mulai
mencoba melepas pakainnya, kurasakan tangan ini tertahan, rupanya tante mencoba
menolak karena sepertinya dia hanya ingin bercumbu saja dengan ku.
Yang
namanya laki-laki, sudah dalam kondisi seperti itu ya mana tahan aku. Sudah
terlanjur. Dengan sedikit nekad ku mulai melepas pakaiannya satu persatu sambil
meremas payudaranya yang ukurannya lumayan besar itu.
“jangan
seperti ini hen, cukup peluk aku saja!” tegur Tante lani. Aku tahu walaupun
pikirannya menolaknya, namun tubuh mungilnya tidak menolak. Tetap kulanjutkan
rangsanganku. Akhirnya dia mulai menikmatinya. Sambil tersenyum melihat ulahku.
Aku melanjutkan permainanku menghisap putting susunya. Tante lani mendesah
panjang, tangannya mencengkram kepalaku. Menikmati permainan sex ku yang luar
biasa bagi dirinya.
Aku
cukup lama menikmati putingnya, menjilatnya, menghisap dan sesekali menggigit
kecil putingnya. Nafas tante lani semakin tidak teratur. Lalu kuarahkan jari
jemariku ke arah vagina nya. Ku belai dan mulai kugesek-gesekan jari-jariku,
kurasakan vaginanya mulai basah. Sekali lagi dia menolak nya, dengan merapatkan
kakinya. Dengan menggeleng saat kutatap matanya, namun aku tetap menatapnya dan
kembali mencumbu mesra dirinya. Lalu kulanjutkan turun member cumbuan
dilehernya. Kulihat dia semakin bergairah. Wah.. ternyata lehernya bagian
paling sensitive sepertinya. Lalu kulanjutkan ke telinganya, sit ante melenguhh
menikmatinya. Dan semakin bergairah.
“Na..kal.... Pintar banget membuat …ku.. Ber….gairah..” jawabnya
terputus-putus, bisa dibayangkan bagaimana si tante ini makin menikmatinya..
“Cie,
kamu cantik sekali, aku sangat ingin dirimu cie. Merasakan nikmat yang luar
biasa bersamamu..” bisikku sambil terus mencium telinganya.
“Aku
juga hen, tapi aku tidak berani, takut hen..” jawab tante Yeni.
Ku buat
dirinya merasa aman. Si tante merespon cumbuan ku dengan lebih kuat.
Kulanjutkan tangan ku untuk merangsang vaginanya, kali ini tidak kurasakan lagi
penolakannya. Mulailah ku masukkan jari ku ke liang vaginanya.
“ohhhahh..”
Tante lani semakin terangsang. Kulanjutkan rangsangan itu. Ketika tante lani makin
menikmati hal yang kulakukan, tanpa malu-malu aku melanjutkan membuka celana ku
dan mencari penisku yang sudah berdiri dengan tegaknya. Kembali kutatap
matannya untuk meminta persetujuannya. Kulihat kepasrahan atas apapun yang akan
ku lakukan selanjutnya. Perlahan-laha aku mulai memasukkan penisku ke liang
vaginanya yang masih sempit terasa,
mungkin karena dia rajin merawat tubuhnya, jepitannya sangat terasa dan sangat
ku nikmati sekali ditambah lagi kali ini aku menikmati tanpa kondom, tak
kusangka kenikmatan luar biasa tanpa kondom.hahaha…
Aku
mulai gerakan memompa itu, dengan sangat dahsyat kami menikmati sensasi
bercinta. Plok plok plok.. suara itu terdengar sangat khas sekali. Setelah
beberapa saat bermain dengan kecepatan yang tinggi, sekarang mulai kuturunkan
tempo permainan ku. Setiap sodokan yang aku lakukan itu membuat tante lani
menikmatinya, matanya merem melek, bibir nya pun digigitnya.dan cengkraman
jarinya ke bahuku itu. Keringat kami mulai bercucuran, dan memang hal yang
paling nikmat didunia ini adalah bercinta.
Setelah
lama menikmati permainan ini, mulai kurasakan bahwa orgasmeku hamper tiba. Aku
berusaha menahannya, karena aku ingin mengimbangi tante lani yang juga
kurasakan akan menuju puncaknya. Dan akhirnya “Arghhhh..enak sekali hen..Enak
sekali..” ceracaunya. Cengkramannya semakin kuat tanda dia mencapai orgasme
nya. Dan ku percepat sodokanku, dan ya.. akupun mencapai oragasme ku.
“arrggghhh cie enak cie…” ujarku, spermaku terasa keluar dengan derasnya diliang
vaginanya. Yahh.. aku berhasil memuaskan tante lani. Beberapa saat kami
terdiam, terpancar kepuasan diwajah nya yang cantik itu saat aku memandangnya.
Setelah
itu dia langsung mengenakan pakaiannya kembali.
“Maaf Cie..
aku sudah terlalu jauh..” kataku.
“Ya! Tadi
itu kamu tidak sopan sekali!” katanya sambil bercanda .
“Habis
Cie Yeni, sudah tahu aku lagi horny malah diundang kemari..” kataku membela
diri, sambil tertawa bersama-sama.
“jujur
aku memang lagi ingin sekali hen. Karna aku tahu kamu sudah pengalaman, aku
tergoda, namun tetap saja aku takut untuk melakukannya, tapi karna kamu nekad,
aku tepuaskan, makasih y hen..”
Melihat
sosoknya dan kepribadiannya, Tak kusangka tante lani akan berkata seperti itu.
“Ya.. aku
juga sangat senang bisa memuaskan cie cie, aku juga sangat terpuaskan lho cie?”
sambil tersenyum aku menjawabnya.
“terima
kasih hen”, jawab tante lani sekali lagi kepadaku. Setelah selesai, aku pun
mulai berberes dan balik ke rumahku sambil mengingat kembali permainan yang
sangat nikmat itu. Dari sana aku sadar bahwa hal itu memang sangat dibutuhkan
oleh setiap wanita. Dan bagi seorang suami sudah sewajarnya mengerti akan hal
itu dan tidak menyia-nyiakan istrinya. Demikianlah cerita sex setengah baya
dengan tante lani ku. Dan tunggu cerita sex ku yang lainnya.

0 komentar:
Posting Komentar