Saat ini aku sudah menjalani
pernikahan dengan istriku selama3 tahun. Dan sampai saat ini kami belum
dikaruniai seorang anak, namun bagiku hal itu tidak menjadi masalah karena
istriku selalu bisa menyenangkan ku ditempat tidur dan di dapur. Dengan istriku
aku lebih tua dari nya 5 tahun. Dan baru beberapa hari yang lalu adik istriku
yang saat ini menjalani koass di salah satu rumah sakit yang dekat dengan
rumahku. Saat ini usainya kurang lebih 22 tahun.
Dia memang lebih cantik dari
istriku, dilihat dari paras wajahnya yang sangat keibuan. namun jika
dibandingkan dengan istriku tubuh adik iparku tidak sebagus tubuh istriku,
mungkin karena pakaian yang digunakannya sangat longgar dan juga memakai jilbab
yang lebar. Nama adik iparku itu ratih. Biasanya aku dan istriku berangkat
lebih dulu, sedangkan ratih belakangan karena jarak rumah sakit tempat dia
dinas tidaklah terlalu jauh.
Karena sifat dan tingkahnya yang
sopan serta murah senyum membuatku semakin bergairah. Kecantikan tubuhnya
selalu dijaganya dengan baik, ia berkata bahwa itu hanya untuk suaminya saja.
Sekalipun jilbabnya lebar namun itu tidak bisa menutupi dadanya yang membusung,
dan jika aku taksir ukuran branya sekitar 36B. tinggi badannya yang untuk
ukuran wanita 168 cm, tidak gemuk dan tidak terlalu kurus membuat mata ku
terkesima.
Pada suatu waktu, saat aku pulang
dari kantor, aku langsung memutar dvd film xxx yang baru aku pinjam dari
temanku dikantor dikomputer ku. Filmya tidak membuat ku jijik, justru
membangkitkan gairahku. Waktu itu istriku lagi menonton tv diruang tengah
langsung kudekati dan mencumbunya, dan iapun membalas cumbuanku. Namun hal itu
terhenti karena aku dengar pintu rumahku terbuka, aku yakin itu ratih yang
kembali. “koq cepat balih rat?”, Tanya istriku, “ia mbak, soalnya tidak banyak
yang dikerjakan hari ini. Mas, aku kan mau buat laporan, ruang kerjanya boleh
aku pakai kan mas?” lanjut ratih. “oya silahkan, tidak masalah” kataku. Setelah
ratih masuk , aku lalu melanjutkan acara kami ke kamar kami. permainan yang
seru, dengan gaya-gaya yang baru yang selalu ia tunjukkan kepadaku. Memeknya
yang sempit dan menjepit membuat birahiku terpuaskan, setelah kami selesai
dengan permainan kami yang sangat seru itu, kami pun tertidur.
Sekitar pukul setengah satu
malam, aku terbangun, istriku masih terlelap dalam tidurnya tanpa sehelai
benangpun. Karena haus aku lalu keluar untuk minum serta mengecek kondisi
rumah. Ku lihat ratih masih sibut diruang kerjaku. Ku perhatikan dia, bulu
matanya yang lentik dan bibirnya yang
menggoda. Namun ada sesuatu yang aneh, ku lihat tangannya mulai meraba-raba
nenennya sendiri. Dengan mata yang sedikut terpejam dan desahan lembutnya.
Melihat hal itu aku langsung kekamar, ku ambil handphoneku dan bergegas keluar
merekam kejadian itu.
Tangannya masih meraba-raba
sambil menggigit bibir bawahnya dan berdesah.. “uummhhh…haa”, desah ratih.
Hmm.. rupanya tidak sampai disitu saja, tangannya yang satu lagi mulai
meraba-raba memeknya sendiri dari luar dasternya. Ku zoom kamerah hpku agar aku
bisa mendapatkan hasil yang lebih jelas. Desahan ratih semakin hebat, dan dia
tidak tau kalau aku memperhatikannya “oohhh.. auuuuu eehhmmm hhaaahhh”
desahnya. Benar-benar pemandangan yang belum pernah aku lihat pada seorang
wanita yang berjilbab. Tidak lama kemudian ia mulai menghentikan aktifitasnya
sepertinya ia telah mencapai kepuasannya. Setelah itu aku langsung balik ke
kamar dan melihat kembali aktifitas yang ratih lakukan tadi.
Hari beranjak pagi, semuanya
seperti hari-hari biasanya, istriku masih sibuk berdandan dan kalau sudah
berdandan bisa habis 2 jam. Aku sarapan tanpa istriku. Kulihat ratih keluar
dari kamarnya. Walau dengan dandanan yang sederhana, namun sungguh cantik. Dan
setelah ku pandang-pandang ternyata wanita yang berdandan sederhana memang jauh
lebih cantik daripada yang bermakeup. Sambil sarapan aku mulai membuka
percakapan dengan nya, “Bagaimana rat? Sudah selesai laporannya?” “sudah mas.”
Jawabnya. “ngerjain laporan atau yang lain?” sindirku. Dia terkejut dan
terdiam. Wajahnya mulai kemerahan, ku rasa dia tahu apa maksudku. “Jangan
khawatir, kita udah sama-sama dewasa, maklum, aku pun tidak akan cerita ke
kakakmu.” Kataku sambil melihatkan hasil rekaman yang ada dihp ku. Kulihat dia
tak bisa berkata apa-apa, wajahnya mulai tegang, tanpa berkata apa-apa dia
langsung bergegas pergi.
Skip skip. Sampai lah pada malam
hari. Istriku mengajakku tidur, namun karena mataku masih belum mengantuk ku
suruh istriku untuk tidur lebih dulu. Istriku tidurnya sangat lelap. Saat itu
muncul dipikiranku untuk mendekati kamar ratih. Ku ketuk pintu kamarnya. Tok
tok tok… “siapa?” Tanya nya dari dalam kamar. dan saat dia membuka pintu
kamarnya, langsung saja ku dorong tubuhnya. Dia tersungkur ke belakang dan
langsung ku kunci pintu kamarnya.
“Mass… .mas mau apa? keluar dari dari kamarku”,
“Kamarmu? Hei.. kamu tahu ini rumah siapa?” sahutku agak tinggi, dia terdiam. “apa
kamu mau video mu ku sebarkan? bahkan wajahmu close up di video itu, semua
orang akan melihat apa yang kamu lakukan”, “A …apa mau mas?” ucapnya terbata.
“saat ini aku hanya ingin
memuaskanmua”, “Ja… jangan mas, aku masih perawan, aku mohon jangan mas.”,
“Buka!” perintahku ketika kontolku tepat berada di hadapan wajahnya. Melihat
kontolku yang sudah berdiri tegap itu ratih pun terperangah. Ku gapai tanganny
yang halus dan ku sentuhkan ke kontolku. Rasanya sangat nyaman dan
membangkitkan birahiku. Ku gerakkan tangannya maju mundur sampai dia paham apa
yang harus dia perbuat. Ratih pun sekarang mulai mengangkat wajahnya dan
beranni menatap kontolku. Tidak sampai disitu aku lalu menyuruhnya untuk
mengulum kontolku, dengan perasaan jijik dan takut ratihpun mulai melakukannya.
Hmmmmhhh,, sungguh sensasi yang sangat luar biasa di sepong oleh gadis perawan
yang berjilbab, dan tidak lupa kuremas buah dadanya yang ukurannya memang 36 B
itu. Setelah beberapa saat aku mulai berasakan sesuatu yang ingin keluar,.
“Ahhhh..” aku merasakan kenikmatannya disertai keluarnya sperma dari kontolku.
“awww…” ratih terkaget ketika spermaku mengenai wajahnya. Aku puas dan
kutinggalakn dia yang masih terdiam. Hal itu aku lakukan berkali kali sampai
dia tidak malu untuk melakukannya. Walaupun dia merasa takut dan terpaksa untuk
melakukan hal itu. Kegiatann ini aku lakukan tanpa sepengetahuan istriku.

0 komentar:
Posting Komentar